Hidup

By Charlie Hartono - 7:00:00 am


HIDUP ADALAH SEBUAH TUJUAN 
Banyak orang mempunyai jalan pemikiran bahwa hidup hanya semata untuk melewatkan masa masa kecil, pernikahan, bekerja, hidup kaya raya di masa tua lalu meninggal.

Kita semua diciptakan untuk memenuhi sebuah rencana dan panggilan yang telah Tuhan tetapkan bagi diri kita, bagi keluarga kita, dan bagi masyarakat di sekitar kita.  

Kita diciptakan untuk meraih dan memperjuangkan hidup kita. Hidup adalah sebuah tujuan.

VISI – MIMPI
Hal yang paling mendasar yang harus kita miliki dalam hidup ini adalah sebuah Visi. Visi adalah sesuatu hal di masa mendatang yang ingin kita gapai namun belum terlihat secara kasat mata. Amsal 29:18 versi King James berkata “Where there is no vision, the people perish

Agar lebih mudah untuk dipahami mari kita mengganti kata Visi dengan Mimpi. Mari kita mengerucutkan mimpi kita dengan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana yang dapat kita tanyakan kepada diri sendiri:
1. Apa saja talenta dalam diri saya?
2. Apa 5 hal yang paling saya sukai dari diri saya?
3. Orang orang seperti apa yang membahagiakan saya?
4. Moment kebanggaan apa yang paling saya ingat?

Ada 4 langkah yang dapat kita lakukan untuk mendekatkan diri kita dengan mimpi kita:
a. Visualisasikan mimpi kita (tulis / potret / video kan)
b. Break down mimpi2 kita menjadi bagian bagian kecil sehingga lebih mudah untuk di implementasikan
c. Mulai mengerjakan mimpi kita dengan berani membayar harga untuk merealisasikannya
d. Satu pertanyaan penting yang harus kita tanamkan jauh jauh hari, apakah mimpi kita akan menjadi berarti bagi orang lain?
You must own your dream! Staying true to you! Mimpi itu bukan mimpinya orang lain, bukan mimpi orang tuamu, apalagi mimpi pacarmu!

Banyak dari kita yang seringkali menyalahartikan bahwa dengan berdoa saja Tuhan akan memberikan dan menyediakan segala-galanya. Selain iman, dibutuhkan perjuangan yang keras untuk meraih mimpi.
Lihat dalam dalam mimpimu dan katakan, “What do I want it to look like in three years’ time, is my picture clear in my mind?
Then write down a clear picture of your dream in a specific list (SMART)

Sebagai contoh misalnya seorang yg mempunyai impian menjadi seorang fotografer.
Sebelum orang ini memiliki sebuah kamera profesional pun, sah sah saja apabila dia percaya dan mengimani bahwa 8 tahun di depan dia sudah akan menjadi seorang fotografer yang akan mengabadikan foto foto artis. Dan dia juga percaya bahwa foto foto yang dihasilkannya akan bermakna bagi orang lain yang menikmatinya.

Pada awalnya bagi orang ini, mungkin dia tidak tahu bagaimana untuk mencapai mimpi itu.
Namun secara kesiapan dan persiapan, sudah ada beberapa hal yang di list down dalam list mimpi2nya.
Hal2 tersebut sekali lagi harus SMART! dan bukan sesuatu yang ada di angan-angan.
It's not about How, but more into What.

Sebelum lepas landas untuk menggapai mimpi2 kita, ada pertanyaan yang cukup menonjok yg harus direnungkan:
a. Berapa banyak keringat dan darah yang harus dikorbankan untuk meraih mimpi saya?
b. Bagaimana akan kutangani ketakutan-ketakutan yang bisa membuat motivasi saya mundur?
Ketika kita telah berhasil menyingkirkan hal-hal yang notabene merupakan keraguan, mulailah dengan apa yang telah kita yakinini. You may succeed if others don’t believe in you but you will never succeed if you don’t believe in yourself. 

Setelah memutuskan masuk dan mulai beraksi dalam mimpi tersebut, secara tidak sadar kita sudah telah tercebur ke dalam bagian HOW.

MANAJEMEN WAKTU
Seringkali dalam perjalanan memperjuangkan mimpi2 kita, banyak dari kita yang terjebak dalam masalah Time Management. Ketidak mampuan untuk mengatur waktu dengan bijaksana ibarat menanam bom waktu dalam hidup.
Winston Churchill pernah berkata, “He who fails to plan is planning to fail

Bahkan sesuatu yang sudah di plan dan di manage saja masih terkadang bisa terlewat disebabkan oleh hal2 yang mendadak muncul di luar kehendak. Bayangkan apabila kita tidak memiliki time management yang baik, can we imagine betapa akan begitu amburadulnya hidup kita?

Sudah merupakan pakemnya bahwa akan selalu ada harga mahal yang harus dibayar dalam meraih sesuatu yang berharga.  Di saat orang lain menyerah, kita tetap teguh pada pendirian kita. Di saat orang lain bersenang-senang, kita harus menelan pil pahit sebentar untuk meraih tujuan yang masih panjang harus kita tempuh. Di saat orang lain tidur, kita berjuang keras untuk meraih mimpi2 kita.

PORTFOLIO
Setelah kita bersusah payah membayar harga, maka saatnya kita BEKUKAN seluruh butiran2 keringat kita. Satu satunya cara paling mudah adalah mempunyai identitas yang dinamakan Portfolio. Bentuk Portfolio beragam tergantung dari industri yang kita geluti.

Buat seorang karyawan, CV dan Certificate adalah bukti nyata pengalaman kerja yang akan menjadi modal dasar batu lompatan ke jenjang karir yang lebih tinggi. Bagi seorang photografer atau grafik desainer ataupun pelaku seni lainnya, portfolio nya akan menjadi modal mereka untuk melakukan presentasi ke client.

KEGAGALAN
Nah bagaimana setelah kita mencoba semua cara kalau kita masih gagal. Interview gagal, berbisnis gagal, cari pasangan hidup gagal? Don’t worry, dunia belum berakhir koq ketika kita gagal.

Michael Jordan pun mengakui bahwa kesuksesan yang telah dia raih berasal dari kerja keras dan keuletan nya dalam berlatih. Dia pernah gagal 9000 kali memasukkan bola ke dalam keranjang basket. Dia pernah kalah hampir 300 kali pertandingan.  Kegagalan itu dia ulangi terus menerus hingga sukses digapainya.

Kegagalan akan membuat kita semakin dewasa, semakin kuat dan semakin bijaksana.
Kegagalan adalah komponen utama kesuksesan. Seberapa sering kita gagal itu tidak penting. Jauh yang lebih penting adalah pada saat kita gagal, kita bangkit kembali!

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan“ (Yeremia 29:11)
Kadangkala, Tuhan akan mengijinkan sesuatu yang kita rencanakan gagal, karena Dia sudah menyediakan yang terbaik di depan sana bagi kita. GOD always knows what's best for us!

ATTITUDE

Gunung Es (Iceberg) adalah suatu bongkahan besar es air tawar yang telah terpecah dari gletser atau ice shelf dan mengambang di perairan terbuka.  Istilah puncak gunung es (tip of the iceberg) biasanya diterapkan pada suatu masalah atau kesulitan untuk menggambarkan bahwa masalah yang tampak hanyalah sebagian kecil dari problem yang lebih besar.
Sama seperti Gunung Es, apa yang terlihat dari luar diri manusia sebenarnya hanyalah 10% dari keseluruhan keberadaan manusia itu. Jauh di kedalaman diri kita, ada komponen utama yang sangat penting (90% lainnya) yang dinamakan Attitude yang harus benar benar kita jaga.

Kita boleh memiliki skills, knowledge dan  kerja keras yang sangat hebat. Itu semua adalah penting untuk mencapai kesuksesan. Namun demikian Attitude tetaplah merupakan komponen yang paling signifikan!

Attitude
jauh melebihi penampilan luar manusia. Attitude jauh lebih penting daripada masa lalu, daripada uang, daripada keadaan, daripada kegagalan, kesuksesan, daripada apa yang orang lain katakan tentang diri kita. Attitude dapat membangun ataupun menghancurkan sebuah keluarga dan bahkan gereja sekalipun.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu kita dan juga akan apa yang orang lain katakan tentang kita. Namun kita dapat merubah sikap kita. Sesungguhnya apa yang dialami kita dalam hidup ini hanya akan berdampak 10% bagi kita, 90 % sisanya adalah tergantung bagaimana kita bereaksi dan menyikapinya. Kita semua mempunyai kewajiban yang penuh terhadap sikap kita dalam hidup ini.

TAKUT AKAN TUHAN
Salomo (Nabi Sulaiman) – sebagai orang terkaya dan paling kaya di muka bumi ini * berkata dalam Amsal 1 : 7  bahwa  Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat. Dia juga menyimpulkan benang merah kehidupan ini adalah semua yang ada di kolong langit ini sia-sia.

Money money money! Gak jarang kita dengar bahwa tanpa uang manusia akan sulit untuk hidup. Untuk jangka pendek memang uang banyak terlihat menggiurkan, namun sekali lagi uang bukanlah segala-galanya. Bukanlah uang yang patut dikejar dalam hidup ini. Pengejaran akan nilai nilai spiritual dalam Tuhan akan membawa kita mengerti dengan jelas apa sebenarnya kehendakNYA dalam hidup kita.

Hanya melalui pengenalan Firman Tuhan, Attitude kita akan diubahkan nya. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibrani 4:12). Sikap kita menghadapi kehidupan ini dan melewatinya bersama TUHAN dengan warna yang berbeda.

Kita boleh merencanakan dengan baik dan itu diperlukan untuk menjalani hidup ini. Akan tetapi Tuhan adalah dasar / fondasi batu karang yang harus kita letakkan dalam hidup kita. “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya” (Mazmur 127:1)

Mari kita bersyukur akan apa yang telah kita miliki dan atas apa yang telah Tuhan kerjakan sampai hari ini dalam kehidupan kita. Hanya melalui Dia-lah jalan-jalan hidup kita diluruskanNya.

Sources
http://www.paulbangs.co.uk
http://www.success.com/articles/1483-john-c-maxwell-the-two-greatest-days-in-your-life
http://daily.insight.org/site/News2?page=NewsArticle&id=7807
http://www.gnbc.org/article/?p=1285
http://www.dts.edu/media/play/an-attitude-of-gratitude-charles-r-swindoll/
http://docmo.hubpages.com/hub/Teaching-and-Assessing-Attitudes

Presentasi dari script di atas dapat di unduh melalui http://bit.ly/HidupKita

  • Share:

You Might Also Like

0 comments