Trip ke Rinjani

By Charlie Hartono - 5:04:00 am

 Rencana mendaki solo alias sendirian ke Rinjani ini muncul tanpa perencanaan yang matang dan cenderung terkesan nekat. Idenya menyeruak mendadak 2 minggu sebelum hari keberangkatan – pas sadar ternyata jadwal cuti masih tersisa cukup banyak. Boleh dikata, mendaki gunung bukan merupakan hal yang mudah bagi orang berbadan tambun seperti saya. Jelas dibutuhkan fisik yang cukup sehat dan juga mental baja yang bulat dan penuh semangat. Meskipun sudah pernah sering dengar cerita-cerita yang cukup membuat mental merosot tentang betapa sulitnya menggapai puncak Rinjani, namun itu sama sekali gak menyurutkan niat untuk tetap membeli tiket pesawat dan mencari tahu dan menggali informasi dari berbagai nara sumber di Internet, terutama dari orang orang yang sudah pernah pergi ke Rinjani. Semoga kiranya tulisan ringan ini bisa setidaknya menjadi informasi tambahan bagi teman teman yang hendak berangkat ke Rinjani dan menikmati kecantikan salah satu Gunung terindah di Indonesia ini.




Map by AnginMamiriRinjani.com and internet
Dekat di Mata, Jauh di Kaki
Pulau Lombok yang juga dikenal dengan nama “Negeri Seribu Masjid” sangatlah beruntung memiliki banyak surga pariwisata  baik hamparan pantai beserta Gili-Gili nya maupun keindahan alam pendakian Rinjani yang sangat dikagumi wisatawan lokal maupun asing. Gunung Rinjani dengan ketinggian 3762 Mdpl – didaulat sebagai gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci 3805 Mdpl. Sangking besar dan luasnya, pegunungan Rinjani terletak dalam wilayah tiga kabupaten Lombok Timur, Tengah dan Barat. Pintu resmi untuk masuk ke Gunung Rinjani adalah melalui Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang luasnya lebih dari 41,000 hektar.


  

20 checklist logistik sebelum mendaki Rinjani
1. Sepatu Trekking
Saya sama sekali gak dibayar untuk promosiin produk ini. Referensi sepatu Montrail ini datang setelah melakukan testing sepatu di hampir semua toko sepatu gunung di Jakarta dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan sekaligus keamanan. Model ini punya paku sepatu yang daya cengkramnya nancep banget, dan sangat sangat ringan untuk dipake jalan di berbagai medan termasuk buat casual walk masih tetap relevan. Kekurangan dari model ini, warnanya kurang cakep dimata, gak waterproof dan juga harganya yang bikin hati gelisah pas mau bayar. Secara overall, sepatu ini sangat worthed dibeli karena ngelindungi kaki banget dan hassle free lah pokoknya. Oh yah, pastikan untuk beli size +1 dari ukuran kaki karena pada dasarnya kaki akan melar pas jalan jauh mendaki.





2. Trekking Pole.Usahakan ada sepasang kanan-kiri supaya seimbang. Beruntung Guide saya juga sudah menyediakan sepasan trekking pole untuk saya.

3. Celana Panjang yang tipis berbahan Nylon. 
Selain ringan, celana jenis ini sangat flexible dipake bahkan di medan yang cukup sulit. Saya kemaren sempat beli di Doglos Shop. Saran saya bisa mampir langsung ke TKP dan coba ukuran dan warna yang sesuai dengan selera supaya gak kecewa kalau beli barang online.

4. Kaos dan pakaian dalam secukupnya.
Bedakan kaos untuk trekking dan baju untuk tidur supaya gak masuk angin. Kaos untuk trekking sudah jelas harus yang bisa nyerap keringat, sementara untuk tidur tentunya dibutuhkan baju yang bisa melindungi tubuh dari dinginnya kabut malam yang mencekam.

5. Kaos kaki dan sandal jepit
Siapkan dua sampai tiga pasang kaos kaki berbahan wool untuk melindungi kaki dari kebekuan telapak di malam hari. Sendal jepit akan sangat membantu mobilitas di sekitar tenda.

6. Head Lamp.
Penting sekali membawa head lamp sebagai penerangan di malam hari di tenda maupun pada saat mendaki ke Puncak Rinjani.

7. Sleeping Bag + Sweater
Tidur dalam balutan sleeping bag dan sweater berbahan wool yang hangat adalah satu satunya kenyamanan terpenting ketika dingin malam mulai menghampiri. Senangnya dalam paket perjalanan saya, Guide sudah menyediakan sleeping bag.

8. Pelindung leher 
Selain sweater, pelindung yang terbuat dari bahan woll akan sangat berguna supaya angin gak gampang masuk lewat pori pori leher.

9. Kacamata
Jika memungkinkan bawa dua, kacamata hitam untuk menangkal matahari, kacamata bening untuk melindungi mata dari abu vulkanik.


10. Topi Kupluk + Sarung tangan
Kedua benda ini berguna sekali untuk ngelindungi kepala dan telapak tangan dari dinginnya udara gunung.


11. Sunblock SPF 100
Akan amat sangat diperlukan karena sengatan sinar matahari di atas gunung biasanya 2 kali lebih dashyat dari pada saat kita bermain di pantai. Use it before menyesal muka gosong hehe.


12. Tissue Basah 2 pack + Hand Sanitizer
Buang air besar bisa dibilang adalah tantangan paling besar pada saat di atas gunung. Banyak teman teman kasih saya saran untuk bawa obat anti Diare. Namun saya gak sepaham, karena yang namanya kotoran gak sehat disimpan di dalam badan. Nah, satu satunya cara buang air besar pada saat melakukan pendakian adalah dengan beraktifitas secara biasa dalam "Tenda Toilet" atau alternatively bisa dilakukan dengan menggali tanah, jongkok dibalik semak semak dan mulai “menunaikan tugas”. Tissue basah yang telah selesai dipakai bisa di bungkus di plastik dan dimasukkan ke tas sampah oranye TNGR.





13. Spare Jas Hujan Sekali Pakai Buang
Hujan bisa turun kapanpun, so sediakan spare di kantong celana would be very helpful ketika hujan mengguyur mendadak. Jas hujan ini bisa disediakan oleh Guide, sekalian membantu ekonomi local yang menjualnya :D

14.
Masker / Neckgaiter model Ninja
Abu vulkanik yang timbul pada saat pendaki di depan kita naik atau turun bisa cukup mengganggu . Untuk lebih baik melindungi saluran pernafasan dari debu, masker ini termasuk cukup baik menyaringnya.


15.
Gaiter
Kadang kita bisa gak menyadari pada saat jalan ada binatang kecil yang suka menggigit. Selain untuk ngelindungi kita dari gigitan binatang itu, Gaiter ini juga sangat useful mengcover celana panjang kita dari debu vulkanik yang masuk.

16.
Oregano Oil
Ini semacam minyak natural yang ampuh mencegah dan menyembukan radang dan batuk. Bisa dicampur pada saat minum air.

17. Obat obatan pribadi, kapas, alkohol 70% dan plester

Obat sakit kepala, sakit perut, masuk angin, paracetamol akan sangat berguna apabila sakit datang tanpa diduga pada saat pendakian. Kapas, alkohol 70% bisa dipakai untuk membersihkan luka pada saat pendakian. Plester juga bisa berguna untuk melindungi siku kaki dari lecet lecet.

18. Tiga Power Bank 10,000 mAH atau satu Power Bank 22,400mAH
Biasanya Power Bank dengan kapasitas 10000 mAH bisa tahan sampai 1.5 hari di udara dingin yang menguras baterei lebih cepat habis.  Cara terbaik supaya power bank bisa bertahan lebih lama adalah dengan dibungkus menggunakan baju hangat berbahan wool atau dry bag.


19. Memory Card 200 GB
Melihat medan pendakian yang cukup curam beserta besarnya volume abu vulkanik, saya menghindari membawa kamera SLR dan lebih memilih menggunakan kamera HP Samsung Galaxy S7 saja. Tentunya agar bisa tetap terus aktif memotret dan membuat video tanpa cemas memory card habis, maka saya gunakan jenis ini. Kapasitas memory card ini cukup sakti, semisal 4K video dapat dibalut dalam 9 jam waktu perekaman tiada henti. Yang pasti, jangan sampe kartunya hilang ajah, bisa modiar hehe. 

20. Backpack + Kantong plastik untuk tempat sampah
Literan tasnya disesuaikan untuk memuat ke-19 barang di atas diimbangi dengan kekuatan pundak kita masing masing. 



Mengapa memakai jasa Guide dan Porter penting?
- Bertolak dari Jogjakarta, pesawat saya tiba agak malam di Bandara Lombok Praya sekitar pukul 22.00 karena delay di Bandara Adisucipto. Dengan bantuan guide, dari Bandara saya langsung di jemput dengan mobil carteran menuju Desa Sembalun (jarak tempuh sekitar 3 jam-an) dan tinggal di salah satu penginapan lokal milik masyarakat sekitar. Keesokan paginya, layaknya sebuah team work bersama guide beberapa porter terbaik kami bersama memastikan perjalan mendaki kami lancar dan dimulai dengan doa bersama sebelum mendaki.



- Tidak terbantahkan, guide sudah pasti orang yang tahu situasi dan kondisi lapangan yang jauh lebih baik dari saya yang masih hijau pengalaman ini, termasuk jalur jalur pendakian, sampai jalan setapak yang akan membawa kita ke arah yang benar ataupun tersesat.
Dia adalah teman sekaligus pemberi semangat di saat kita sudah mulai loyo dan redup di saat pendakian.

- Guide mengerti betul tentang kearifan lokal yang mungkin di luar konteks pengertian nalar kita. Salah satu kisah nyata yang saya alami adalah tentang korelasi cuaca dan persembahan yang dibawa oleh masyarakat Bali ke Danau Segara Anak. Bagi masyarakat Bali yang beragama Hindu dan penduduk suku Sasak yang beragama Islam selalu mengadakan upacara adat dan keagamaan di depan Danau Segara Anak karena hal itu dipercaya bisa mendatangkan keselamatan dan umur panjang kepada mereka. Sore itu kami tiba di Danau dengan kondisi cuaca yang sangat baik. Mendadak sesaat persembahan dilepas ke danau, kondisi cuaca berubah mendadak mendung dan kabut tebal mulai turun diiringi oleh hujan lebat. Guide saya pun berkata, apabila ada persembahan yang disajikan biasanya cuaca akan berubah menjadi hujan.




- Guide dan porter kami seyogyanya adalah para koki hebat yang punya 1001 macam cara untuk memuat hidangan enak meskipun hanya dengan bahan makanan yang terbatas. Gak percaya? Ini bukan hanya presentasinya yang bagus dan background foto nya yang aduhai, tapi rasanya juga enak!



- Karena peran Porter dapat dikatakan sangat penting dalam pendakian. Porterlah yang membawa persediaan logistik, barang bawaan kita dan bahkan memastikan bahwa tenda telah terpasang terlebih dahulu sebelum kita tiba di titik tujuan. 




- Porter kadang juga dituntut untuk bisa membantu membuat hidangan makan pagi, siang dan malam.




- Porter dan Guide juga ingin menjalin persahabatan dengan tamu mereka, menjadi kawan dalam kebersamaan.





- Dari sekian banyak porter yang berpapasan dalam perjalanan, saya sering mengamati bahwa beban berat di pundak mereka sebenarnya tidak sebanding dengan uang yang mereka terima. So, kalau kita bisa memberikan tambahan tip dan tanda terima kasih kepada Guide dan Porter sebelum berpisah tentunya akan membuat kerja keras mereka semakin bermakna, terutama untuk anak dan isteri yang dinafkahinya.


Beberapa nasihat bijak dari Guide saya:
- Ketika dalam pendakian, usahakan jangan minum air putih terlalu banyak karena akan membuat badan semakin berat. Mengecap air sedikit demi sedikit jauh lebih menolong daripada menenggak volume air sekaligus dalam jumlah yang besar.
- Apabila diperlukan, selepas istirahat dan sebelum melanjutkan mendaki, minumlah larutan air garam (3 sendok makan) agar menghindari keram kaki dan betis.
- Jaga sikap dan perkataan bila sedang di Gunung. Perkataan sekecil apapun punya pengaruh. Ada hal-hal di alam semesta yang tidak kasat mata yang selalu punya cara untuk menyatakan kuasanya.
- Sangat disayangkan masih banyak sekali ditemukan plastik berserakan dan sangat merusak lingkungan di 
Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Selain manusia yang terganggu, tentunya binatang binatang penghuni Rinjani juga merasa rumahnya dikotori. Oleh karenanya, yuk kita jaga kebersihan Rinjani dengan secara kolektif mengumpulkan sampah dan memasukkannya ke dalam tas Oranye TNGR.




Kapan waktu terbaik untuk datang dan menghindari ke Rinjani?
-
Bulan rawan hujan di Rinjani adalah mulai Oktober hingga Maret setiap tahunnya. Petugas TNGR biasanya menutup jalur pendakian untuk menghindari kecelakaan pendakian.

- Sebisa mungkin hindari pendakian pada saat hari libur Lebaran karena selain ongkos perjalanan naik 2 kali lipat, jumlah guide dan porter yang available biasanya sangat terbatas.- Cuaca biasanya cerah dengan kondisi angin yang berhembus sedikit di bulan Agustus dan September. Di kedua bulan ini, pendakian dapat dikatakan terbaik.
- Khusus untuk 17 Agustus-an biasanya adalah hari dimana para pendaki berlomba lomba untuk berada di atas puncak Rinjani. Oleh karenanya konsentrasi massa akan berkumpul dan crowd akan membuat pose foto menjadi sangat ramai.  Mungkin bisa dipertimbangkan ulang untuk naik di hari Kemerdekaan Indonesia.

Berapa hari dan sebaiknya jalur pendakian mana yang diambil?
Ambil paket pendakian santai (5 hari 4 malam) bagi pemula yang belum pernah naik Rinjani sebelumnya. Ada tiga jalur untuk memulai dan mengakhiri pendakian Rinjani:
1. Jalur Sembalun
Jalur Sembalun merupakan jalur untuk memulai pendakian yang paling digemari para penggemar treking, terutama pendaki pemula seperti saya yang ingin menikmati trail wisata melewati padang savana dan punggung gunung yang berliku - liku dengan jurang disebelah kiri dan kanan jalur. Namun konsekuensinya, pendaki akan bermandikan keringat karena matahari amat menyengat di pagi dan siang hari. Akan tetapi semua itu tergantikan oleh indahnya pemandangan padang dan hutan yang luas sepanjang lembah - lembah nan hijau disebelah timur Gunung Rinjani, dan indahnya selat Alas dan Pulau Sumbawa dari kejauhan. Lebih lanjut, guide saya menyarankan bahwa untuk pemula usahakan agar selalu naik dari pendakian Sembalun pintu 3 karena jalur pendakiannya jauh lebih mudah dan tidak menguras tenaga terlalu berlebih di awal.


2. Jalur Senaru
Berdasarkan informasi dari guide saya, jalur ini banyak dipilih oleh masyarakat adat yang akan melakukan ritual adat / keagamaan di puncak Rinjani atau Danau Segara Anak. Wisatawan asing juga tak kalah menggemari jalur ini untuk menikmati keindahan hutan belantara dan bebatuan. Namun tidak disarankan untuk pendaki awam seperti saya karena akan menghabiskan energi yang lebih besar. Jalur ini saya pilih untuk perjalan pulang.

3. Jalur Torean

Kebetulan saya tidak melewati jalur ini karena memang sedang ditutup. Namun guide saya berkata bahwa sepanjang jalur ini dapat dijumpai ladang, padang pengembalaan, perkebunan dan merupakan kawasan Hutan Produksi. Sepanjang perjalanan pendaki akan berada apitan 2 buah gunung dan dapat menikmati aliran sungai (Kokok) Putih.

Titik favorit saya dalam pendakian ini yang mana saja?
Tentunya selain Puncak Rinjani ada beberapa titik yang tidak akan terlupakan dalam memori saya selain berhasil mencapai Puncak Rinjani. Mereka adalah bunyi lonceng gerombolan sapi di Savana Sembalun, Sunset dan kabut pagi di Pelawangan Sembalun serta pagi yang damai di pinggiran Danau Segara Anak.






Eng ing Eng, ada yang penasaran dengan Guide saya?
 

- Seseorang yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Bisa ketemu namanya lewat hasil Googling. Setelah tanya tanya tentang paket perjalanan yang ada, saya cocok, book lalu langsung kasih panjer.
- Sehabis ngobrol dan cerita di Rinjani, ternyata beliau adalah Guide yang sudah malang melintang selama lebih dari 15 tahun di Rinjani.  A very helpful person dan bertanggung jawab penuh akan tamu yang dibawanya.
- Guide saya namanya: Mas Dahlun, bisa dikontak / SMS di +62.812.3811.9941 atau +62.819.3811.9941
- Selain jadi Guide, kalau lagi gak bawa tamu, Mas Dahlun menanam cabe merah khas Lombok. Kalo kepengen ngerasain enaknya cabai Lombok Merah besar, kita bisa request dan order dari Mas Dahlun juga loh untuk kirimkan lewat Pos. Nah ini yang ada di dalam gambar adalah contoh cabe yang sudah saya keringkan. Asli nya yang dikirim mas Dahlun tetap masih Fresh! Hitung hitung kita turut serta membantu meningkatkan perekonomian lokal ke level yang lebih baik, kan?.
- Lastly, jika kebetulan Anda berjodoh bisa ketemu dengan Mas Dahlun, mohon sampaikan salam saya kepada beliau.




  • Share:

You Might Also Like

1 comments